Tada, atashi no koto…


[REVIEW] ONCE
April 20, 2008, 1:41 pm
Diarsipkan di bawah: ...i'm crazy about this now...

Format: Movie

Genre:  Drama/Musical

Director: John Carney

Cast: Glan Hansard, Marketa Irglova

 

Ceritanya sederhana. Seorang pria (Glen Hansard), Irish yang berprofesi sebagai musisi jalanan sekaligus vacuum cleaner repairman dan seorang perempuan (Marketa Irglova), Czechnya yang berprofesi sebagai penjual bunga keliling. O ya, dua tokoh utama ini cuma dikenal dengan sebutan ‘guy’ dan ‘girl’. Persamaan mereka adalah: kehidupan cinta mereka tidak seindah di buku dongeng, mereka berdua punya passion akan musik, dan mereka cocok satu sama lain.

Adalah sang perempuan yang pertama kali menghampiri si pria karena mengagumi lagu yang dimainkannya. Pertemuan selanjutnya terjadi karena sang perempuan menggunakan jasa sang pria untuk memperbaiki mesin penyedot debunya. Lantas keduanya melakukan jamming di sebuah toko musik, sang pria tetap setia dengan gitarnya dan sang perempuan berpiano. Pada akhirnya sang perempuan membantu sang pria untuk membuat sebuah album demo.

Begitulah, sebagai sebuah drama ‘Once’ sama sekali tidak mempunyai cerita yang sangat dramatis atau mengharu-biru. Namun, ‘Once’ didukung dengan lagu-lagu yang diintregasikan dengan sangat padu dengan jalan cerita. Sang sutradara membuat sebuah film musikal gaya baru, yang mana lagu-lagu dihadirkan bukan dengan gaya antah-berantah atau tiba-tiba adegan menjadi musikal. Film tetap berjalan sebagaimana layaknya film “normal”, dan juga dipenuhi dengan dialog, meski kurang lebih 60% dari durasi berupa lagu-lagu. 

 

Terkadang gambarnya terasa kurang fokus dan teknik pencahayaan yang kurang maksimal. Mungkin karena secara teknis menggunakan pendekatan ala dokumenter dan pengambilan gambar yang bergelirya . Namun menurut saya, justru terlihat lebih nyata dan tidak dibuat-buat karena kedua tokoh utamanya sama sekali bukan aktor dan aktris profesional melainkan musisi sejati. 

Segmen musikal dalam film ini menunjukkan bahwa Hansad dan Irglova adalah musisi-musisi yang brilian, karena berhasil mengkomposisi lagu-lagu bergaya campuran folk dan rock yang captivating. Keduanya memberikan penampilan yang impresif di adegan lagu duet “Falling Slowly” atau penampilan solo Irglova dalam “The Hill” yang sangat emosionil.

Lagu-lagu yang terasa romantis tersebut meresonansikan hubungan antara sang pria dan sang perempuan. Meski hubungan di antara mereka terasa jujur dan tulus bahkan cenderung platonis, namun chemistry di antara keduanya begitu kental dan aura romansa memenuhi udara dengan penuhnya (cailah..)

Lalu bagaimana akhir romansa keduanya? Endingnya sangat sesuai dengan kehidupan nyata yang kita jalani dimana sebenarnya tidak ada yang pernah happy ending seperti di dongeng-dongeng. Yang ada adalah perasaan bersyukur akan apa yang kita miliki sekarang. 


& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

ya, gambar memang kurang fokus, tapi tetap amazing. cerita dan setting sederhana, berisi, dan menghibur.
seperti tidak dibuat-buat. ^^

Komentar oleh nitaa.......

aha ada yang nonton film ini juga. lagu2nya keren dan dibandingkan film musikal sejenis, semisal across the universe, masih menang si once ini…

Komentar oleh kinu




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>