Tada, atashi no koto…


[REVIEW] YUUKI
Maret 27, 2008, 10:35 am
Diarsipkan di bawah: ...i'm crazy about this now...

Format: Tanpatsu

Genre: Human drama

Viewership ratings: 22.7%

Cast: Kamenashi Kazuya, Yuka, Yamaguchi Tatsuya, Oguri Shun, Fukiishi Kazue

 

 

 

Cerita ini berawal dari persahabatan orang – orang Jepang yang tinggal di penginapan “Backpack City And Surf” di Perth, Australia. Diantaranya Yuuki (Kamenashi Kazuya), Junji (Yamaguchi Tatsuya), Yoshie (Yuka), dan Hama (Oguri Shun). Persahabatan mereka pun berlanjut ketika kembali ke Jepang. Meskipun mereka tinggal berjauhan dan menjalani kehidupan masing – masing. Junji yang jobless dan ditinggal kekasihnya gara – gara terlalu addict sm ikan tuna, Yoshie yang berusaha survive dengan pekerjaannya sebagai tukang cat padahal dia perempuan, Hama yang bekerja di kantoran padahal punya jiwa fotografer, juga Miyuki yang berencana menikah dengan tunangannya.

 

 

 

 

Namun berbeda dengan Yuuki. Sakit gigi setiap Yuuki menyikat gigi selama ini ternyata karena penyakit Massive Osteolysis atau Large Bone Dissolving Symptomp. Singkatnya tulang tengkorak belakang sedikit demi sedikit berlubang tanpa sebab yang jelas. Penyakit langka karena baru ada delapan kasus di dunia dan incurable. Meski dihadapkan dengan kenyataan tersebut, Yuuki yang pribadinya ceria dan menyenangkan, tidak menyerah berjuang melawan penyakitnya ini. Justru ia menyebut penyakit ini ”Monster” dan menganggap lawan duel.

 

 

 

Sahabat – sahabatnya pun selalu ada untuk menghiburnya, bahkan ketika kedua mata Yuuki kehilangan penglihatan. Mereka membuat board message di internet untuk tetap berkomunikasi dan mengupdate kondisi Yuuki. Tidak hanya itu, mereka juga membuat kumpulan foto – foto mereka yang berekspresi full energy untuk menyemangati Yuuki.

 

Yang mengagumkan, di kondisinya yang seperti itu Yuuki masih bisa membantu masalah sahabat – sahabatnya. Yuuki juga selalu berbicara dan tertawa di depan mereka, tanpa mengeluhkan penyakitnya. Ia selalu berkata ”Aku akan segera sembuh” atau ”Jika aku sembuh nanti…”

 

 

 

 

 

Sedih dan menyentuh. Dua kata itu yang mewakili komentar saya. Jalan ceritanya nggak ngebosenin dan bikin terhipnotis. Yang jelas bikin nangis bombay. Bukan cuma karena penyakit Yuuki, tetapi juga persahabatan mereka yang bikin terharu sampe akhir cerita.

 

 

 

# FAVOURITE QUOTE #

To comprehend the value of one month, just ask a mother who gave birth to a premature baby

To comprehend the value of one week, just ask the editor of a weekly newspaper

To comprehend the value of one hour, just ask the lovers who are waiting to meet

To comprehend the value of one minute, just ask the people who missed their stop on the train

To comprehend the value of one second, just ask the person who manage to avoid an accident just in

time

To comprehend the value of one tenth of  a second, just ask the person who ended up with a silver medal at the Olympics

The hands of the clock will continue ticking

Therefore, treasure every moment you have

And treat today as the utmost gift you’ll have


No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>